Maaf, yang dibonceng keliru

Maaf, yang dibonceng keliru

Oleh sebagian para pemudik ia disarankan untuk melapor ke petugas yang sedang melaksanakan pengamanan arus lalulintas. Beruntung, setengah jam berselang Edi muncul lagi ke tempat dimana Ny. Nur ditinggalkan.
Sambil menahan malu, Edi mengaku mengetahui istrinya ketinggalan sewaktu dia bertanya tapi tidak ada jawaban. Saat dilihat ke belakang, alangkah kagetnya, yang ada di boncengan itu hanya anak dan barang bawaannya.

Maaf, yang dibonceng keliru

“Tanpa pikir panjang, saya pun segera balik arah menuju ke warung dimana istri sayta tertinggal”, tutur Edi sambil menatap istrinya.

Diiringi senyuman para pemudik yang ada di warung, beberapa saat kemudian Ny. Nur, anaknya dan Edi suaminya, melanjutkan perjalannya menuju ke tempat mencari nafkah sebagai pedagang di kawasan Tangerang.
Entahlah bagaimana cerita selanjutnya. Yang jelas, peristiwa itu pasti akan selalu dikenang oleh keduanya.

Topic:

872 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *